Rabu, 29 Mei 2013

Macam - Macam Dzikir

Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily 
Dzikir  itu ada empat :
1) Dzikir, di mana engkau mengingat  dzikir;
2) Dzikir engkau diingatkan melalui dzikir;
3) Dzikir yang  mengingatkan dirimu; dan
4) Dzikir yang engkau sendiri yang diingat oleh Allah swt (Dzikir bersama Allah swt).
Yang  pertama adalah dzikirnya kalangan awam, yaitu  dzikir  untuk mengingatkan  kealpaan  atau mengingatkan dari  kekawatiran  akan kealpaan.
Kedua,  adalah  dzikir,  dimana engkau  diingatkan,  baik  berupa siksa, nikmat, taqarrub ataupun jauh dari Allah, dan  sebagainya, ataupun karena Allah swt.

Ketiga, dzikir yang mengingatkan dirimu, pada empat obyek, bahwa :
Seluruh  kebaikan datangnya dari Allah;
  1. Seluruh  kejahatan datangnya  dari  nafsu;
  2. Dan keburukan  datangnya  dari  musuh, walaupun  Allah  swt.  yang menciptakannya; dan
  3. Dzikir  yang engkau sendiri yang diingat (Allah). Yaitu dzikirnya Allah kepada hamba-Nya.  Pada tahap ini hamba tidak memiliki kaitan dirinya atau lainnya,  walaupun itu  meluncur melalui ucapannya. Inilah posisi fana’ dalam dzikir, tidak  membutuhkan dzikir  atau yang diingat (Yang Didzikiri) Allah Yang Maha Tinggi dan  Luhur.  Apabila engkau  masuk  di dalamnya, maka  dzikir  menjadi  yang  diingat (madzkur), dan yang diingat (madzkur) menjadi yang mengingat (Dzakir). Inilah puncak dalam suluk. (Dan Allah Maha baik dan Maha Abadi).
Seharusnya  engkau  melakukan dzikir yang bisa  aman  dari  siksa Allah  di  dunia dan di akhirat,  di samping dzikir itu dalam rangka meraih  Ridlo Allah Ta’ala di dunia dan di akhirat, pegang teguhlah, dan langgenggkanlah.  Yaitu engkau berdzikir dengan :
“Segala puji bagi Allah, aku mohon ampun kepada Allah. Tiada daya dan  kekuatan  kecuali dari Allah. Alhamdulillah, karena adanya nikmat dan kebajikan  dari  Allah. Astaghfirullah,  karena adanya faktor yang datang dari nafsu  dan dari musuh, walaupun sebenarnya datang dari Allah baik karena ciptaan maupun kehendakNya. Dan “Lahaula  wala  Quwwata  illa Billah,” karena  datangnya  berbagai peristiwa perintang yang datang kepadamu dari Allah, dan apa yang muncul padamu sesungguhnya dari Allah swt.”

Camkanlah, karena rahasia batin itu jarang terjadi dalam  dzikir, atau dalam fikir, atau ketika diam dan hening kecuali pada  salah satu empat hal tersebut: Jika terjadi kebajikan atau keburukan. ucapkanlah : Alhamdulillah atau Astaghfirullah.

Namun apabila datang sesuatu dari Allah kepadamu atau dari  dirimu,  yang tidak jelas kebaikan atau keburukan di sana,  sementara Anda tidak mampu menolak atau menarik, maka ucapkanlah :
Laa Haulla walaa Quwwata Illa Billaah

Lalu  gabungkanlah ketiga dzikir tersebut pada setiap  saat,  dan langgengkan, Anda akan menemukan barakah, Insya Allah Ta’ala.
Ketuklah pintu dzikir  dengan hasrat dan sikap sangat membutuhkan kepada Allah melalui sikap disiplin ketat yang manjauhkan diri dari bayangan dan imajinasi yang beragam jenis, disamping menjaga rahasia batin (sirr) agar jauh dari  bisikan  nafsu dalam  seluruh nafas, apabila Anda ingin  memiliki  kekayaan ruhani.

Di sana  ada tida dimensi: Tuntaskan lisanmu untuk dzikir,  hatimu untuk  tafakkur, dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya.  Dengan demikian Anda bisa tergolong orang-orang shaleh.

Manakala dzikir terasa berat di lisanmu, dan obrolan lebih banyak di  sana, sedangkan nafsu kesenangan membentangkan  tubuhmu,  sedangkan pintu kontemplasi tertutup dalam upaya kebajikanmu :  maka ketahuilah,  semata itu karena besarnya dosa-dosamu, atau  karena penuhnya kemunafikan dalam hatimu.

Tak  ada jalan lain bagimu kecuali taubat, memperbaiki  diri  dan bergantung kepada Allah swt, serta ikhlas dalam beragama. Apakah  Anda tidak mendengar firman-Nya :
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, berbuat kesalehan dan  menggantungkan  diri kepada Allah, serta berbuat ikhlas dalam  menjalankan  agama Allah. Maka mereka itu bersama orang-orang  mu’min.(Q.s......)”

Di  sini  Allah tidak berfirman  “termasuk  orang-orang  mu’min” Karena itu renungkan, apabila Anda faham. Wallahu A’lam.


Islam Rohmatalilalamin

BANGSA KU Di mana dikau terdiam, NEGARA MU, Membutuh kan MU, janganlah Kau diamkan begini, Pemerintah Dan RAKYATMU,
Membenahi SUATU Bangsa Tidak bisa dengan SEDIRIAN'KELOMPOK" Tapi HARUS Bersama2.
NEGARA INDONESIA' Adalah Rumah Kita semua' Hormatilah Hargailah.. Nilai-nilai nya... Dan jagalah rumahMU ini... Biar menjadi INDAH.
sedikit berbagi hal dengan membuka situs dibawah ini
www.wahidinstitute.org

akan ada banyak hal hal, dan pemikiran pemikiran islam yang Rohmatallilalamin yang bisa kita temukan.terlepas dari siapa atau kelompok mana, jika tepat pemikirannya ya kenapa tidak kita pakai.
dalam bernegara kalau bicara akidah, itu masing individu berbeda, kita hargai kita hormati.urusan mereka dengan Tuhan . bicara tentang bangsa dan negara, ya ada institusi yang harus ditegakkan, pancasila dan UUD 45.
kalu mau memahas keyakinan beragama dan pemikiran tentang ketuhanan ya silahkan dengan kelompok yang sesuai dengan masing masing nya, tanpa menyangkut kelompok lain. tapi kenyataan nya, mau tidak mau, di akui tidak di akui, kita hidup disebuah negara, yang multi kultur, beragam suku bahasa agama. tentu dalam menjalani hidup kita harus toleran.
agama apapun yang beribadah kita harus siap memberikan rasa aman, terlebih jika dimintai bantuan. jagalah agar orang yang baik baik mudah dan senang melanjtkan melakukan kebaikan, bantulah orang orang yang dikata buruk agar menjadi lebih baik. setidaknya bagaimana agar para preman, dan orang orang bejat serta kotor menurut orang bisa berguna hidupnya.terlebih orang orang yang dikata masyarakat orang baik.yang buruk mari diperbaiki, yang baik mari ditingkatkan. semua demi kemajuan islam juga, maju dalam artian islam benar benar bisa berguna untuk umat manusia.mari kita tunjukkan wajah islam yang sebenarnya. semua belajar mulai dan berawal dari diri kita, kita harus berubah, saling menghormati, menghargai, memaafkan dan toleran.hilangkan buruk sangka, benci dan dendam. kepada siapapaun.
saya islam, tapi jika ada orang selain islam, atau umat agama lain yang di aniaya akan saya bela, meski yang menganiaya tersebut orang islam, akan saya jaga keluaraga, harta benda, rumah ibadah meraka dari gangguan gangguan, meski yang menggangu tersebut adalah orang islam.SEMUA SEMATA  MATA justru karena saya ORANG ISLAM, dan ORANG INDONESIA.
apalagi saya belajar Tasawuf, mengikuti para Sufi yang Agung. justru harus bersikap seperti di atas.